Artikel

Tanya Jawab
Perputaran Uang Toko Tak Lancar
oleh: Ahmad Gozali

dikutip dari Republika, 13 Desember 2009

Assalaamu'alaikum wr wb
Orangtua saya mempunyai toko yang lumayan besar. Toko ini menjual sembako, perlengkapan bayi, obat, stationary, snack, minuman, dan lain-lain. Modalnya dari hasil penjualan daging sapi. Saat ini memang saya sendiri yang mengelola, tapi tetap orangtua masih sering ikut mengawasi.

Persoalannya, saya selalu bingung dari hasil penjualan melalui tenaga sales yang mendatangi toko (barang yang susah berputar), sedangkan distributor terkadang mewajibkan toko harus aktif seminggu sekali selalu order dengan minimal order. Sementara itu, barang berputar, uang yang dipakai untuk membeli barang tersebut selalu dipakai untuk membeli barang yang susah berputar.

Bagaimana saya harus mengatasi ini? Saya merasa ini toko seperti sudah mengalami pailit karena besarnya pengeluaran daripada pendapatannya karena masalah ini? Pendapatan kira-kira sekitar Rp 200 ribu- Rp 400 ribu dengan pengeluaran sekitar Rp 350 ribu- Rp 500 ribu tiap hari.
 
Laila, Surabaya

Jawaban:

Wa'alaikumsalaam wr wb

Mbak Laila,
Tampaknya kondisi usaha Anda memang sudah cukup mengkhawatirkan karena pengeluarannya lebih besar dari penghasilan. Tentunya kondisi seperti ini tidak boleh dibiarkan terlalu lama karena bisa mengganggu kondisi keuangan usaha, dan pribadi Anda juga.

Saya rasa Anda sudah harus mau fokus dalam menjalankan usaha. Sekarang Anda sudah tahu mana saja produk yang perputarannya cepat, dan mana yang perputarannya rendah. Anda bisa fokus hanya menjual produk yang perputarannya tinggi saja. Sedangkan produk yang perputarannya rendah tidak perlu lagi diteruskan pengadaannya.

Kalau memang yang ditawarkan oleh distributor tersebut termasuk dalam kategori barang yang lambat perputarannya, tidak perlu ragu untuk memutuskan kerja sama dengan mereka. Daripada hal ini akan merongrong kondisi keuangan Anda, lebih baik hentikan saja kerja samanya. Sebab, kalau ini diteruskan, maka Anda akan kesulitan untuk pengadaan inventory yang cepat perputarannya. Ketika konsumen datang, barang Anda sudah habis. Barang lambat, tidak terjual. Barang cepat tidak terbeli. Tidak perlu ragu, toh Anda masih bisa menjalin kerja sama kembali dengan mereka di lain waktu.

Memang terkadang sebagai pemilik toko, inginnya punya toko yang sangat lengkap, semua barang tersedia. Tapi, risikonya adalah biaya yang sangat mahal untuk menjaga inventory, dan toko Anda menjadi tidak fokus lagi. Tidak ada ciri khas yang bisa diingat oleh konsumen.
Bukankah akan lebih baik jika konsumen juga ingat betul ciri khas dari toko Anda? Misalnya, toko sembako yang paling lengkap. Atau toko obat yang paling lengkap. Daripada Anda menjual sembako dan obat sekaligus namun kelihatan tidak fokus oleh konsumen. Karena sebagai konsumen, tentunya akan mencari sembako ke toko sembako. Dan mencari obat juga ke toko obat.

Demikian yang dapat saya sarankan. Sukses untuk usaha Anda...!

Salam,
Ahmad Gozali
Perencana Keuangan

Copyright Safir Senduk & Rekan @ 2009 Developed by JogjaCamp